Celaan Terhadap Pemakan Riba (2)

(Halaman Sebelumnya...

   Dan bersumber dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda:
“Ada empat golongan yang pasti Allah Ta’ala tidak memasukkan mereka ke dalam surga, dan tidak merasakan mereka akan nikmat-Nya: Pemabuk khamer, Pemakan Riba, Pemakan harta anak yatim tanpa hak dan Pendurhaka terhadap ibu-bapak.” (HR. al-Hakim)

   Mengenai hadits ini, ada dua ta’wil: yang pertama, bahwa hadits ini ditujukan kepada orang yang melakukan perbuatan tersebut, kemudian menganggapnya halal. Kedua, bahwa pertama-tama Allah tidak memasukkan mereka ke dalam surga di kala masuknya orang-orang yang beroleh kemenangan dan keselamatan. Namun demikian, kadang-kadang Allah memberi balasan, dengan mencegah orang itu dari masuk surga pada mulanya, Allah tidak membalas, bahkan Allah Ta’ala memaafkannya.

   Dan bersumber dari Abu Hurairah, dia berkata: Nabi SAW bersabda: “Hindarilah olehmu tujuh perkara yang membinasakan. Para sahabat bertanya: ‘Apakah itu?’ sabda Nabi: ‘Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah selain dengan alasan yang benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, berpaling dan lari di kala perang dan menuduh berzina terhadap wanita baik-baik,’ yang lalai lagi beriman.” (Al-Hadits)

   Dan dari Abdullah bin Mas’ud RA, bahwa dia berkata, Nabi SAW bersabda: “Riba itu ada tujuh puluh tiga bab, yang paling ringan di antaranya adalah, seumpama laki-laki menyetubuhi ibunya sendiri.” (HR. al-Hakim)

   Dan Nabi SAW bersabda: “Dosa riba adalah lebih besar di sisi Allah Ta’ala daripada tiga puluh tiga perzinaan, yang dilakukan oleh seorang lelaki dalam Islam.”
   Dan Nabi SAW bersabda: “Satu dirham riba yang dimakan oleh seorang lelaki, padahal dia tahu, adalah lebih berat daripada tiga puluh enam perzinaan.”
(Hayatul Qulub)
   Dan bersumber dari Aisyah RA bahwa dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang lelaki menukar satu dirham dengan dua dirham, dan satu dinar dengan dua dinar, maka dia benar-benar telah melakukan riba. Lalu apabila dia melakukan sesuatu hilah (alasan), maka dia benar-benar telah melakukan riba, dan menipu Allah ‘Azza Wa-jalla, serta mempermainkan ayat-ayat Allah.” (Firdaus Akhbar)

   Dan bersumber dari Jabir bin Abdullah RA bahwa dia berkata: “Rasulullah SAW melaknati pemakan riba, pemberinya, penulisnya dan saksinya.” (HR.Muslim)

   Dan bersumber dari Abu Sa’id al-Khudri RA bahwa dia berkata, Rasulullah SAW bersabda pada kisah Isra’: “…Maka bertolaklah Jibril membawa diriku menuju laki-laki yang banyak, masing-masing mereka berperut seperti perut unta yang gemuk, saling tindih sesama mereka di jalan keluarga Fir’aun, sedang keluarga Fir’aun menginjak mereka, dalam keadaan di panggang di atas api pagi dan petang. Mereka maju ke depan bagaikan unta yang dihardik. (Maksudnya, seperti unta yang diteriaki supaya cepat-cepat berjalannya, atau seperti Dzun-Nahin, dengan mengharakati huruf Ha, karena keterlaluan dalam memperturutkan syahwat kepada makanan, lantaran lapar.) Mereka membentur batu-batu dan pohon-pohon tidak mendengar dan tidak pula berfikir. Apabila orang-orang yang mempunyai perut-perut seperti itu merasakan kedatangan mereka, maka mereka pun bangkit, dan oleh karenanya, perut-perut mereka miring, lalu mereka pun tersungkur. Kemudian salah satu dari mereka bangkit. Maka miringlah karenanya perutnya, sehingga tersungkur, lalu tidak dapat lagi kembali, yakni tidak bisa meninggalkan tempat mereka, sehingga didatangi oleh keluarga Fir’aun. (Yakni diinjak oleh mereka maju-mundur). Demikian itulah azab mereka di alam Barzakh, (yakni antara dunia dan akhirat).”

   Dan Nabi SAW bersabda: “Keluarga Fir’aun berkata: ‘Ya Allah, janganlah Engkau dirikan Sa’ah buat selama-lamanya’.” Yakni hari Kiamat.
(Halaman Selanjutnya...)

No comments:

Post a Comment